Sabtu, 22 Oktober 2011

Syarat Mendaftar pada SISKOHAT

Bismillahirrohmaanirrohim,
Musim Haji 1432 H telah tiba,
Satu persatu jamaah calon haji mulai dari tetangga, kawan dan kerabat kita hantarkan dalam walimatul syafar yg penuh dengan hikmah tausiyahnya...
Jadi semangat tuk mencoba daftar barangkali sudah cukup tabungan kami...

Alhamdulillah, baru kemarin sempat menanyakan syarat-syarat untuk mendaftar pada Siskohat (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu).

Hmmm, ternyata harus menggenapi Tabungan Haji hingga minimal Rp 25 Juta atau bila belum bisa boleh pakai Dana Talangan Haji dari Bank tertentu jika hati kita berkenan, berikut syarat-syaratnya:

Alhamdulillah, setelah setahun lebih dapurnya Ma'yang ngebul, jumlah minimal syarat nomor 3 tersebut hampir saja genap untuk Sang Chief. Untuk mengatasi kekurangannya, sesuai niat kami yang telah menyimpan dengan baik perhiasan logam mulia yang asalnya beragam mulai dari peninggalan orang tua, hadiah atau cindera mata dari teman2 saat ber-pindah2 tugas hingga hasil dari mengumpulkan sendiri sedikit demi sedikit.... setelah di-hitung2, mungkin bisa mencapai jumlah setoranminimum tuk kami berdua.

Akhirnya mendekati Bulan Haji tahun ini, dengan langkah yakin kami lepas hampir semua emas2an yang kami miliki pd tempat yang ber-beda2, ternyata selain menggenapi syarat minimum setoran tuk seorang calhaj masih tersedia dana untuk Mahramnya yang tentunya adalah Papi Siaga Sang Manajer ^_*

Setelah dikumpulkan semuanya eh ternyata masih kurang sedikit lagi, hingga akhirnya kami sepakat tuk menggadai syari'ahkan perhiasan terakhir kami termasuk replika cincin perkawinan yang cukup mempunyai nilai simbolik harmonisnya hubungan kami... deeeee,
dan Alhamdulillah ternyata cukup juga untuk mengantarkan kami berdua ke gerbang loket Siskohat di Depag Kota Bekasi :-)

Kembali ke syarat SISKOHAT di atas, ternyata Syarat nomor 4 (Surat Keterangan Sehat) dan nomor 7 (Paspor) dilengkapi nanti saja bila sudah siap berangkat, sedangkan Syarat Nomor 8 (Ijazah/Akta Lahir/Buku Nikah) dapat disiapkan salah satunya saja.

Yang unik dan bikin kami hampir bolak-balik adalah syarat Foto, ternyata 70-80% tampak muka itu ternyata foto kita yang harus 'close up' kelihatan mukanya saja, boleh kelihatan sedikit leher saja. Wah wah wah... saya pikir 70-80% itu hanya jangan menutupi kuping atau muka seperti memakai cadar misalnya... ternyata kami salah tafsir, maklum belum pernah bikin paspor jadi belum paham soal foto memfotonya. Kalo dipikir seperti foto Nazarudin atau Nunun Nurbaeti yg sering dipajang di media massa atau malah foto para teroris yang di-cari2 itu, di-mana2 mukanya saja, weleh-weleh...

Akhirnya dari pada bolak balik ke rumah or foto studio lagi, lebih baik foto ditempat pendaftaran saja dengan biaya relatif murah bila dibanding dengan studio foto profesional tentunya, cukup goban seorang :-)

Setelah menyerahkan seluruh persyaratan, kami diberikan formulir isian pendaftaran haji, mengembalikannya dan diinput ke dalam komputer sekaligus ambil finger print selanjutnya terbitlah SPPH (Surat Pendaftaran Pergi Haji);

SPPH lembar ke-1 untuk Calon Jemaah Haji, SPPH Lembar ke -1 untuk Bank namun ingat, sebelum ke Bank agar di fotokopi sendiri sebanyak 4 (empat) kali.

Oleh pihak Bank kemudian dilakukan pendebitan dan penyetoran BPIH (nggak tahu nih singkatan apa, cari di-google sendiri yach...), didaftarkan dalam SISKOHAT dan diberikan Bukti "Setoran BPIH".

Dalam bukti "Setoran BPIH" terdapat nomor porsi kita, wah kami dapat nomor 1000449590 dan 1000449591. Kalau di-hitung2 Jawa Barat dapat jatah 32.000 per tahun dan sekarang baru mencapai nomor 1000247738 maka kurang lebih (449590-247738)/32.000 = 6,3 alias 6 tahunan mungkin sekitar tahun 2017 atau 1438H, kalau prediksi petugasnya sih bilang sekitar tahun 2016, Insya Allah. Beliau bilang coba telepon saja ke Informasi Haji Depag Bekasi di 88964090 pada bulan Mei-Juni.

Ada banyak jalan ke Mekah (bukan Roma ya...) ada saudara kita yang bisa berangkat pada tahunberjalan, ada yg dua tahun, atau ada yang lebih ada yg ikut Biro Haji ini, Biro Haji itu tuk cari kursi keberangkatan namun semua kita serahkan saja sesuai dengan Izin dan Ridho Allah swt, Insya Allah barokah...Wallahu'alam Bissawab

Semoga Bermanfaat :-)

Wassalam

Minggu, 24 Juli 2011

Ngajari Pakai Dasi

Hari pertama sekolah si tengah Rizky mengingatkanku saat pertama memakai dasi sembilan belas tahun lalu. Saat itu menjelang ujian kompre D III masih dipakaikan oleh Masku lelaki (nomor dua dari tujuh bersaudara, totally dua lelaki masing2 nomor 2 dari atas dan bawah, koq bisa pas ya....) namun dipasangkan begitu saja tanpa alih pengetahuan alias 'transfer of knowledge' kata orang sekarang. Padahal sebetulnya udah ditransfer juga sih cuma nggak mudeng2 hingga walhasil cuma bisa bongkar tanpa bisa pasang lagi.

Saat memakai dasi yang kedua untuk keperluan penugasan di audit pertama kalinya di Kantor Pusat tempat berdinas tujuh tahun kemudian, mau nggak mau harus belajar pakai dasi lagi. Untunglah punya bapak mertua (almarhum) yang baik hati dan penyabar tuk mentransfer itu. Tuntas sudah ditransfer, buat si sulung lima tahun lalu dan sekarang adiknya yang masuk SMP. Waktu abangnya yang nomor satu itu sudah diajari tanpa kehebohan, tapi emang lagi pengen divideoin aja kali ya biar bisa bantu orang lain yang sekarang sukanya pada nge-google, narsis dan lebay....
versi 3GP (2,8 MB):

Jumat, 11 Maret 2011

Jalan Menuju Impian....


Berjalan setahun lebih sejak Dapur Mayang dilaunching...
Alhamdulillah, mulai tahun ke-2 ini hasil penjualan Adiel Cakes segera dimasukkan ke Tabungan SISKOHAT-nya Mayang, setelah dikurangi zakat tentunya, semoga segera lekas kumpul dan berkah ya Ma...

Semoga Allah swt senantiasa meridhoi..,amin.

Minggu, 24 Oktober 2010

Galau di bulan Oktober, antara Bercanda dengan Status FB dan BBM....

Sabtu siang di 23 Oktober 2010,
Ketak-ketik comment status FB yang akhirnya nyerempet ngebahas bakul kuenya Mayang yang dibecandain "ah ngak usah ta' urus bakulnya, mbok bakul'e aja...." hingga adanya sentilan tentang MoU antara kami berdua dalam menjalani kebersamaan rumah tangga yang dikatakan pasti berbelit pasalnya.
Lantas kutulis comment dalam status itu tuk menyangkalnya... "nggak koq MoU nya cuma 3 pasal: psl 1 suami tdk pernah salah, psl 2: suami selalu benar, psl 3: kalau terjadi kekeliruan pada suami maka kembali ke pasal sebelumnya...wa ka kaaaa"

Entah berhubungan atau tidak, sorenya dapat BBM yang beginian:

"Dosa yg merusak pernikahan :
a. Suami :
1. Suami tdk berfungsi menjadi pemimpin dgn baik akibatnya saling melukai.
2. Suami gagal menjadikan Istri nomer 1 dalam hidupnya.
3. Suami membandingkan Istri dgn wanita lain.
4. Suami krng disiplin mengontrol emosi dan kebiasaan buruk.
5. Suami gagal memuji hal-hal kecil dari Istri.
6. Suami menolak pendapat Istri.
7. Suami tdk pernah minta maaf.
b. Istri :
1. Istri tidak menghargai Suami sebagai otoritas.
2. Istri gagal menundukan diri kepada Suami.
3. Istri gagal menampilkan kecakapan manusia batiniah.
4. Istri gagal menunjukan rasa syukur kepada Suami.

Kebutuhan seorang Suami :
1. Sex.
2. Istri sebagai sahabat.
3. Rumah yg rapi.
4. Istri yg menarik
5. Saling menghargai.
Kebutuhan seorang Istri :
1. Kasih dan penghargaan.
2. Diajak bicara.
3. Jujur dan terbuka.
4. Keuangan yang cukup.
5. Komitmen terhadap keluarga.

Ingat..!!
Kepala keluarga yg berhasil dalam keluarga maka keberhasilan yg lain akan mengikuti,
Kepala keluarga yg gagal dalam keluarga maka kegagalan lain akan mengikuti.

If u care about family, broadcast this. It will save a marriage."

Betul ya... atau betulkah... kalau isteri nggak ada kebutuhan seperti kebutuhan suami yang nomor satu itu?

Wah tuh pesannya koq mengena ya, walau tak jelas nara sumber-nya toh sempat ku baca dan kami bahas, dengan kesimpulan sepihak kita ambil positifnya saja.
Kebetulan juga topiknya jadi membuat terngiang-ngiang, entah karena jadi terinspirasi atau terstigma secara diam-diam, lanjut sorenya hingga malam hingga pagi, hingga malam lagi ....
Oh Oktober..Oktober....ada aja yang disebelin, bikin galau....

Kata-kata "sebel" yang terucap diantara terngiangnya kata-kata.... "mengintil" ntahlah, "sebel aja".
Kata-kata "sebel" yang terucap diantara terngiangnya kata-kata "jealous".... ntahlah, "sebel aja"
Pokoknya sebel aja.... atau gondok... atau galau.... atau parno....
Mungkinkah karena sebel seharian di rumah udah kerja bebersih tanpa didampingi ma'yang yang sedang ikut kelas perguruan cake-nya namun pulang tanpa ucapan terima kasih? memang daku sampai2 tak sempat tuk menjemputnya, biarlah jagoan sulung yang melakukannya tuk mewakiliku,
Mungkinkah karena yayang juga tengah dlm keasyikannnya dalam mewujudkan proyek-proyek cakenya dlm titian mewujudkan impiannya yg tak kunjung mencapai gapaian?
Mungkinkah karena daku terlalu terjebak dalam kotak korek api itu dalam kebersamaan mendampinginya?
Begitu banyak hasrat tuk menyatakan "everything allright"
Begitu banyak hasrat tuk menyatakan "everything undercontrol"
yang acap kali tercetus dalam benakku..,
pokoknya tidak ada lagi "mengintil", tidak ada lagi ini....., tidak ada lagi itu....
berikanlah ini...., berikanlah itu....
biarlah dia dalam kebebasannya... bukan dalam sangkar emas, apalagi sangkar bambu.... ah sungguh manusiawi....
Sesungguhnya hanya satu ...I love You.... seperti dulu.....
Ya Allah, Ya Rabb, berilah kami petunjuk, taufik, hidayah dan inayah-Mu....

Menjelang tengah malam, Ahad tanggal tersebut di atas judul....




Rabu, 18 Agustus 2010

Ikutan Suara Pembaca Detik.Com: KRL Tidak Profesional

Momentum 17 Agustus 2010

Pelayanan KRL Commuter Jabodetabek yang menyebalkan

Koordinasi Pelayanan KRL Stasiun Senen Tidak Profesional
Agus Cahyono - suaraPembaca



/ilus ist. Jakarta - Saya salah satu pegawai negeri di instansi pemerintah di bilangan Sawah Besar Jakarta Pusat. Beberapa hari terakhir sebelum bulan puasa mencoba menggunakan alternatif jasa angkutan KRL Commuter Jakarta - Bekasi. Kadang Senen - Tg Priok.

Karena ada keperluan keluarga pada Rabu, 4 Agustus 2010 saya berencana pergi ke Tanjung Priok menggunakan jasa KRL AC Ekonomi Bekasi - Tg Priok yang biasanya menurut jadwal berangkat pukul 16.45 dari Stasiun Bekasi dan sekitar pukul 17.15 lewat Stasiun Senen. Sesampai di Kasir pada pukul 17.10 saya membeli tiket dengan menanyakan terlebih dahulu kepada petugas kasir (laki-laki) apakah KRL tujuan Priok sudah lewat. Setelah berpikir sejenak kemudian petugas tersebut memberikan tiket dan uang kembalian kepada saya. Saat itu ada dua kasir yang bertugas. Seorang lagi perempuan.

Menunggu dan menunggu hingga pukul 17.30 KRL yang ditunggu tidak kunjung tiba. Saya perhatikan ada beberapa KRL yang berhenti dan lewat di antaranya beberapa tujuan Jakarta Kota yang saya ketahui dari pengumuman petugas stasiun. Hingga pukul 17.45 KRL yang ditunggu belum tiba. Padahal jam segitu biasanya KRL sudah harus masuk Stasiun Tg Priok.

Masih setia menunggu hingga saya tertegun ketika ada rangkaian KRL yang berlalu begitu saja. Dalam hati saya bertanya, "koq ada KRL yang tidak berhenti di Stasiun Senen?" Padahal setahu saya hanya KRL Ekspres yang tidak berhenti di semua stasiun. Apalagi sekelas Stasiun Senen. Suatu stasiun yang cukup besar untuk perhentian KRL ekonomi baik ekonomi biasa maupun ekonomi AC.

Akhirnya saya menanyakan kepada petugas yang membawa alat komunikasi dan dijawab, "mungkin sudah berlalu Pak," dan disarankan untuk menemui petugas PPKA atau petugas yang memberikan pengumuman lalu lintas kereta. Oleh petugas saya dijelaskan bahwa setelah berkoordinasi dengan petugas tiket yang menyatakan tidak ada penumpang tujuan Tanjung Priok maka KRL tidak diberhentikan di Stasiun Senen.

Wah, sungguh suatu penjelasan yang tidak dapat diterima. Bukankah sudah merupakan prosedur tetap bila KRL harus berhenti di semua stasiun? Bagaimana bila ada penumpang yang ingin turun di stasiun tersebut apakah harus lapor kepada petugas tiket lebih dahulu di stasiun asal? Atau 'prosedur illegal' namun seolah menjadi 'prosedur tetap' untuk langsung bicara pada masinis layaknya naik bus kota untuk berhenti di stasiun atau tempat yang diinginkan?

Saya bukanlah awam dalam menggunakan jasa kereta api. Mulai dari bersekolah menengah zamannya naik KRD hingga naik ke atap-atap kereta sampai pulang pergi bekerja dan dinas di luar kota menggunakan jasa 'bayar di atas' tanpa tiket yang pelayanannya dirasa cukup setimpal dengan kualitas pelayanan saat itu.

Memang PT KAI sudah banyak berubah. Pelayanan jauh lebih baik daripada 20 tahun lalu. Namun, jangan lupa untuk tetap meningkatkan pelayanan dengan menerapkan sistem dan prosedur yang standar dan profesional dalam hal sekecil apa pun. Bukan seenaknya petugas. Mungkin uang Rp 4,500.00 tidak menjadi masalah bagi pegawai seperti saya dikembalikan penuh oleh petugas kasir yang tidak tahu menahu (karena petugasnya
sudah berganti, dua-duanya laki-laki).

Bila saja ada penumpang di atas kereta tidak kedapatan membawa tiket dikenakan denda sampai berkali-kali lipat. Lantas kalau ada penumpang yang sudah membeli tiket namun sang kereta hanya berlalu tidak berhenti kepada calon penumpang hanya dikembalikan harga tiketnya begitu saja? Bus kota, Metro Mini, dan taksi memang banyak di luar sana. Namun, betapa waktu dan tenaga penumpang yang teraniaya macam saya menjadi sia-sia. Belum lagi urusan yang menjadi terbengkalai.

Tentunya saya menjadi berpikir-pikir untuk menggunakan jasa moda kereta api sebagai moda transportasi utama. Terima kasih.

Agus Cahyono

Minggu, 01 Agustus 2010

Minggu, 13 Juni 2010

Husnul Khotimah

Menurut dr. Arief Alamsyah dalam buku dan seminarnya The Way to Happiness bahwa tahun 2000 setiap 40 detik di dunia ini seseorang mati bunuh diri.
Itu berarti dalam 40 detik lebih dari satu orang dicabut nyawanya baru hanya karena bunuh diri, belum karena yang lain....

Ya Allah jangankan engkau matikan aku dalam keadaan su'ul khotimah,
matikanlah aku dalam keadaan Husnul Khotimah dan janganlah engkau matikan aku sebelum sempat menginjak Tanah Suci-Mu,
dan pertemukanlah aku kelak dengan Ibundaku di Syurga-Mu,
maka, makamkanlah aku kelak dengan Bundaku...
Amiin Ya Allah....


Tanda -Tanda Husnul Khotimah
Setiap hamba Allah yang berjalan diatas manhajnya yang lurus yang berusaha meneladani kehidupan Rasulullah dan para sahabatnya ajmain tentu sangat mengharapkan akhir kesudahan yang baik. Allah telah menetapkan tanda-tandanya di antara tanda-tanda husnul khatimah itu adalah:

1. Mengucapkan kalimah syahadat ketika wafat
Rasulullah bersabda :”barangsiapa yang pada akhir kalimatnya mengucapkan “La ilaaha illallah” maka ia dimasukkan kedalam surga” (HR. Hakim)

2. Ketika wafat dahinya berkeringat
Ini berdasarkan hadits dari Buraidah Ibnul Khasib adalah Buraidah dahulu ketika di Khurasan, menengok saudaranya yang tengah sakit, namun didapatinya ia telah wafat, dan terlihat pada jidatnya berkeringat, kemudian ia berkata,”Allahu Akbar, sungguh aku telah mendengar Rasulullah bersabda: Matinya seorang mukmin adalah dengan berkeringat dahinya” (HR. Ahmad, AN-Nasai, at-Tirmidzi, Ibnu MAjah, Ibnu Hibban, Al-Hakim dan ath-Thayalusi dari Abdullah bin Mas’ud)

3. Wafat pada malam jum’at
Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah “Tidaklah seorang muslim yang wafat pada hari jum’at atau pada malam jum’at kecuali pastilah Allah menghindarkannya dari siksa kubur” (HR. Ahmad)

4. Mati syahid dalam medan perang
Mengenai hal ini Allah berfirman:

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati, bahkan mereka hidup disisi Tuhan-Nya dengan mendapat rezeki, mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikanNya kepada mereka dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka bahwa tidak ada kekawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahal orang-orang yang beriman” (Ali Imraan:169-171)

Adapun hadits-hadits Rasulullah shalallahu alaihi wassalam yang berkenaan dengan masalah ini sangat banyak dijumpai diantaranya adalah sebagai berikut:

Rasulullah bersabda:
“Bagi orang yang mati syahid ada 6 keistimewaan yaitu: diampuni dosanya sejak mulai pertama darahnya mengucur, melihat tempatnya didalam surga, dilindungi dari adzab kubur, dan terjamin keamanannya dari malapetaka besar, merasakan kemanisan iman, dikawinkan dengan bidadari, dan diperkenankan memeberikan syafa’at bagi 70 orang kerabatnya” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Seorang sahabat Rasulullah berkata: “Ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah dan berkata: Wahai Rasulullah mengapa orang mukmin mengalami fitnah di kuburan mereka kecuali yang mati syahid? beliau menjawab: Cukuplah ia menghadapi gemerlapnya pedang diatas kepalanya sebagai fitnah” (HR. an-Nasai)

catatan:

Dapatlah memperoleh mati syahid asalkan permintaannya benar-benar muncul dari lubuk hati dan penuh dengan keikhlasan, kendatipu ia tidak mendapatkan kesempatan mati syahid dalam peperangan. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah: Barang siapa yang memohon mati syahid kepada Allah dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan menyampaikannya derajat para syuhada sekalipun ia mati di atas ranjangnya”(HR. Imam Muslim dan al-Baihaqi)

5. Mati dalam peperangan fisabilillah

Ada dua hadist Rasulullah shalallahu alaihi wassalam:

Rasulullah bersabda:”Apa yang kalian katagorikan sebagai orang yang mati syahid diantara kalian? mereka menjawab :Wahai Rasulullah yang kami anggap sebagai orang yang mati syahid adalah siapa sja yang mati terbunuh dijalan Allah. Beliau bersabda:Kalau begitu ummatku yang mati syahid sangatlah sedikit. Para sahabat kembali bertanya:Kalau begitu siapa sajakah dari mereka yang mati syahid wahai Rasulullah? beliau menjawab: Barangsiapa yang terbunuh dijalan Allah, yang mati sedang berjuang dijalan Allah, dan yang mati karena penyakit kolera, yang mati karena penyakit perut (yakni disebabkan penyakit yang menyerang perut seperti busung lapar, diare atau sejenisnya) maka dialah syahid dan orang-orang yang mati tenggelam dialah syahid “(HR. Muslim, Ahmad, dan al-Baihaqi)

Rasulullah bersabda: Siapa saja yang keluar dijalan Allah lalu mati atau terbunuh maka ia adalah mati syahid. Atau yang dibanting oleh kuda atau untanya lalu mati atau digigit binatang beracun atau mati diatas ranjangnya dengan kematian apapun yang dikehendaki Allah, maka ia pun syahid dan baginya surga” (HR. Abu Daud,al-Hakim, dan al-Baihaqi)

6. Mati disebabkan penyakit kolera.

Tentang ini banyak hadits Rasulullah meriwayatkannya di antaranya sebagai berikut:

Dari Hafshah binti Sirin bahwa Anas bin MAlik berkata:”Bagaimana Yahya bin Umrah mati? Aku jawab: “Karena terserang penyakit kolera” ia berkata:Rasulullah telah bersabda: penyakit kolera adalah penyebab mati syahid bagi setiap muslim” (HR. Bukhari, ath-Thayalusi dan Ahmad)

Aisyah bertanya kepada Rasulullah tentang penyakit kolera. Lalu beliau menjawab;”Adalah dahulunya penyakit kolera merupakan adzab yang Allah timpakan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya kemudia Dia jadikan sebagai rahmat bagi kaum mukmin. Maka tidaklah seorang hamba yang dilanda wabah kolera lalu ia menetap dikampungnya dengan penuh kesabaran dan mengetahui bahwa tidak akan menimpanya kecuali apa yang Allah tetapkan baginya pahala orang yang mati syahid”(HR. Bukhari, al-Baihaqi dan Ahmad)

7. Mati karena tenggelam.

8. Mati karena tertimpa reruntuhan/tanah longsor.

Dalil dari 2 point diatas adalah berdasarkan sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam:

“Para syuhada itu ada lima; orang yang mati karena wabah kolera, karena sakit perut, tenggelam, tertimpa reruntuhan bangunan, dan syahid berperang dijalan Allah”

(HR.Imam Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, dan Ahmad)

9. perempuan yang meninggal karena melahirkan.

Ini berdasarkan hadits yang diberitakan dari Ubadah ibnush Shamit radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam menjenguk Abdullah bin Rawahah yang tidak bisa beranjak dari pembaringannya, kemudian beliau bertanya :

“Tahukah kalian siapa syuhada dari ummatku? orang-orang yang ada menjawab:Muslim yang mati terbunuh” beliau bersabda:Kalau hanya itu para syuhada dari ummatku hanya sedikit. Muslim yang mati terbunuh adalah syahid, dan mati karena penyakit kolera adalah syahid, begitu pula perempuan yang mati karena bersalin adalah syahid (anaknya yang akan menariknya dengan tali pusarnya kesurga)”

(HR. Ahmad, Darimi, dan ath-Thayalusi) menurut Imam Ahmad ada periwayatan seperti itu melalui jalur sanad lain dalam Musnad-nya.

10. mati terbakar dan 11 sakit bengkak panas

Mereka yang mati kerana terbakar dan sakit bengkak panas yang menimpa selaput dada ditulang rusuk, ada beberapa hadits yang terkait yang paling masyhur:

Dari Jabir bin ‘Atik dengan sanad marfu’ : ( syuhada ada tujuh selain terbunuh di jalan Allah: yang mati kerana wabah taun syahid, yang tenggelam syahid, yang mati kerana sakit bengkak yang panas pada selaput dada syahid, yang sakit perut syahid, yang mati terbakar syahid, yang mati terkena runtuhan syahid, dan wanita yang mati setelah melahirkan syahid) (hadits shahih).


12. mati karena penyakit busung perut.

Tentang kedua hal ini banyak sekali riwayat, dan yang paling masyhur adalah dari Jabir bin Atik secara marfu’:

“Para syuhada ada 7: mati terbunuh dijalan Allah, karena penyakit kolera adalah syahid,mati tenggelam adalah syahid,karena busung lapar adalah syahid, karena penyakit perut keracunan adalah syahid,karena terbakar adalah syahid, dan yang mati karena tertimpa reruntuhan(bangunan atau tanah longsor) adalah syahid, serta wanita yang mati pada saat mengandung adalah syahid”

(HR. Imam Malik, Abu Daud, An-Nasa’i, Ibnu MAjah dan Ahmad)

13. mati karena penyakit Tubercolosis (TBC).

Ini berdasarkan sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam:

“Mati dijalan Allah adalah syahid, dan perempuan yang mati ketika tengah melahirkan adalah syahid, mati karena terbakar adalah syahid, mati karena tenggelam adalah syahid, mati karena penyakit TBC adalah syahid, dan mati karena penyakit perut adalah syahid”(HR.Thabrani)

14. mati karena mempertahankan harta dari perampok.

Dalam hal ini banyak sekali haditsnya, diantaranya sebagai berikut:

“Barangsiapa yang mati karena mempertahankan hartanya (dalam riwayat lain; Barang siapa menuntut hartanya yang dirampas lalu ia terbunuh) adalah syahid”

(HR. Bukhari, Muslim, Abu DAud, an-Nasa’i, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Abu Hurairah berkata, seorang laki-laki datang kepada Nabi seraya berkata:

“Ya, Rasulullah, beritahukanlah kepadaku bagaimana bila ada seseorang yang datang dan akan merampas hartaku” beliau menjawab: ‘jangan engkau berikan’ Ia bertanya; bagaimana kalau ia membunuhku? beliau menjawab; Engkau mati syahid. Orang itu bertanya kembali,Bagaimana kalau aku yang membunuhnya? beliau menjawab; ia masuk neraka”(HR. Imam Muslim, an-Nasa’i dan Ahmad)

Mukhariq berkata, seorang laki-laki datang kepada Nabi dan berkata :

“ada seorang laki-laki hendak merampas hartaku, beliau bersabda: Ingatkan dia akan Allah. Orang itu bertanya: bila tetap saja tak mau berdzikir? beliau menjawab: Mintalah tolong orang disekitarmu dalam mengatasinya.Orang itu bertanya lagi : Bila tidak saya dapati disekitarku seorangpun? Beliau menjawab:Serahkan dan minta tolonglah kepada penguasa.Ia bertanya: Bila penguasa itu jauh tempatnya dariku? beliau bersabda: berkelahilah dalam membela hartamu hingga kau mati dan menjadi syahid atau mencegah hartamu dirampas”

(HR. An-Nasa’i, dan Ahmad)

15 dan 16 mati dalam membela agama dan jiwa.

Dalam hal ini ada dua riwayat hadits sebagai berikut:

”Barangsiapa mati terbunuh dalam membela hartanya maka ia mati syahid, dan siapa saja yang mati dalam membela keluarganya maka ia mati syahid, dan barang siapa yang mati dlam rangka membela agama(keyakinannya) maka ia mati syahid, dan siapa saja yang matimempertahankan darah (jiwanya) maka ia syahid”(HR. Abu Daud, an-Nasa’i, at-tirmidzi, dan Ahmad)

“Barangsiapa mati dalam rangka menuntut haknya maka ia mati syahid”

(HR. An-Nasa’i)

17. mati dalam berjaga-jaga (waspada) dijalan Allah.

Dalam hal ini ada dua hadits dari Rasulullah shalallahu alaihi wasslam :

”Berjaga-jaga (waspada) dijalan Allah sehari semalam adalah lebih baik daripada berpuasa selama sebulan dengan mendirikan (shalat) pada malam harinya. Apabila ia mati, maka mengalirkan pahala amalannya yang dahulu dilakukannya dan juga rezekinya serta aman dari siksa kubur(fitnah kubur)”

(HR. Imam Muslim, an-Nasa’i, Tirmidzi, Hakim dan Ahmad)

“setiap orang yang meninggal akan disudahi amalannya kecuali orang yang mati dalam berjaga-jaga dijalan Alllah, maka amalannya dikembangkan hingga tiba hari kiamat nanti serta terjaga dari fitnah kubur”

(HR. ABu Daud, Tirmidzi, Hakim, dan Ahmad)

18. orang yang meninggal pada saat mengerjakan amal shaleh.

Ini berdasarkan sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam:

“Barangsiapa mengucapkan ‘laa ilaaha illallah’ dengan berharap akan keridhaan Allah, dan diakhir hidupnya mengucapkannya, maka ia akan masuk surga. Dan, barangsiapa yang berpuasa sehari mengharap keridhaan Allah kemudian mengakhiri hidupnya dengannya (puasa), maka ia masuk surga. Dan barangsiapa bersedekah mencari ridha Allah dan menyudahinya dengan (sedekah) maka ia akan masuk surga”

(HR. Ahmad)

Tammat walhamdulillahi rabbil alamiin. Mudah-mudahan Allah menjadikan akhir hidup kita husnul khatimah dan memasukkannya dalam golongan orang-orang yang mati syahid amin

sumber: iqbal dan vie dan blog zizaal